literasi dan numerasi

Di era modern, pendidikan dunia tidak hanya bergerak dalam bidang teknologi dan segala inovasi terbarunya. Keterampilan baru juga ikut andil ke dalamnya. Keterampilan tersebut tak lain adalah literasi dan numerasi yang terjun langsung dalam dunia pendidikan.

Hal ini sesuai dengan pemaparan sebuah laporan pada tahun 2015 silam tentang visi baru untuk pendidikan. Laporan tersebut menyebutkan bahwa literasi numerasi merupakan dua dari 16 skill yang sangat wajib dimiliki di abad ini. Artinya, skill tersebut memanglah penting dan tak bisa disepelekan. Hidup di zaman serba bisa mengharuskan Kita serba bisa pula.

Lalu, apa peran literasi serta numerasi di lingkungan masyarakat dan dunia kerja? Apakah Kita akan selalu menghadapi dan menerapkannya? Agar lebih paham dan jelas, cermati ulasan detail berikut!

Literasi Numerasi di lingkungan sekitar

Banyak pendidik bahkan masyarakat pada umumnya yang sering mengemas istilah literasi dan numerasi dengan pengertian yang sama. Kenyataannya, dua istilah tersebut mengandung makna yang tak sama.

Sebuah literatur ilmiah menjelaskan bahwa literasi adalah kemampuan yang berhubungan dengan pemahaman terhadap suatu teks tertulis. Dalam hal ini, siswa tak hanya memahami tetapi juga menanggapi. Lalu, apa itu teks? Yang dimaksud dengan teks sebenarnya tidak hanya sekedar informasi berupa tulisan. Sebuah grafi, simbol, atau angka yang tertulis pun termasuk teks.

Numerasi pun memiliki arti berbeda. Ini merupakan suatu skill yang berkaitan dengan penerapan konsep matematika dan angka dalam kegiatan sehari-hari. Artinya, numerasi tak hanya tentang tulisan atau deretan angka melainkan deretan angka yang dikemas dalam suatu teks.

Siswa perlu mempelajari dan meningkatkan dua skill tersebut tentu dengan alasan serta tujuan pasti. Kemampuan tersebut akan mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi kehidupan luar selain rumah dan sekolah. Contoh, anak memanfaat kemampuan literasi serta numerasi untuk membaca resep obat, dosis dan takaran kandungan obat, serta mempraktikan instruksinya.

Atau penerapan yang berfokus pada numerasi, anak bisa memperkirakan jumlah tertentu. Misal, anak mendapatkan estimasi jarak dan waktu selama perjalanan ke sekolah. Tentunya, anak juga akan mampu membandingkan estimasi tersebut jika melaluinya dengan rute dan cara (kendaraan) yang berbeda.

Literasi numerasi dalam dunia kerja

Pada dasarnya, semua orang membutuhkan kemampuan ini dalam kehidupan serba modern. Siswa, orang tua, pemimpin, pegawai biasa bahkan kantoran juga sangat memerlukannya. Stephen Black bersama dua kawannya, Tony Brown dan Keiko Yasukawa, melakukan sebuah studi yang mana hasilnya menyatakan bahwa pekerja berkualitas di Australia sangat langka. Ini disebabkan hampir semua pekerja tidak mahir dalam bidang literasi dan numerasi. Sehingga, sampai detik ini, kemampuan ini masih menjadi topik hangat yang sering diperdebatkan apakah memang memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas individu.

Yang pasti, Kita hidup tak hanya sekedar mengenal teori. Kita harus menanamkan kreativitas dan daya hidup sehingga siap bersaing dalam dunia usaha maupun industri.

Agar Kita dapat menyelesaikan masalah secara kontributif, sebagai generasi milineal, Kita harus komunikatif, berpikir kritis, dan juga kolaboratif. Sehingga literasi numerasi muncul agar para generasi bisa menyesuaikan dengan segala perubahan zaman, dunia usaha dan industri, khususnya potensi diri.

Dari penjelasa di atas, Kita bisa menyimpulkan bahwa literasi dan numerasi memang harus ada dan selalu ada dalam dunia pendidikan dan di sekolah dasar kita awali dengan AKM. Nantinya, kemampuan tersebut akan berguna dalam masyarakat khususnya dunia kerja. Dengan demikian, tiap generasi baru selalu siap bersaing secara sehat dengan senjata literasi numerasi yang telah dikuaasainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like